MASUKKAN NAMA PERGURUAN TINGGI ATAU NAMA KOTA

Perpusnas - Universitas Leiden Kerjasama Pertukaran Koleksi Digital
Perpusnas - Universitas Leiden Kerjasama Pertukaran Koleksi Digital
Indas / Infopublik • Senin, 09 Desember 2019
Perpusnas - Universitas Leiden Kerjasama Pertukaran Koleksi Digital
Sumber Foto : thejakartapost.com
INDAS.ID - Perpustakaan nasional RI (Perpusnas) dengan Universitas Leiden, Belanda melakukan kesepakatan dan pertukaran koleksi digital Cerita Panji. Kerjasama ini selain cerita Panji juga untuk menggali sejarah Indonesia lainya dan digitalkan untuk mempermudah akses masyarakat dalam mengenal sejarah.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarief Bando mengatakan, bagaimana membedah naskah panji dan babad diponegoro, kemarin sudah kita luncurkan buku 150 judul, untu itu perlu dipahami bahwa perpustakaan bukan sebagai penjaga peradaban tapi sejatinya adalah pencipta peradaban.

"Hubungan Indonesia dengan belanda sudah ratusan tahun baik negative maupun positif , melalui hubungan baik ini kita melakukan kerjasama sangat erat mengambil peran untuk menyiapkan konten konten bahan perpustakaan yang ada di Indonesia dan yang ada di Belanda untuk di digitalkan dan dimediakan dan sekarang ini kita tukarkan dengan Belanda," kata Syarief.

Menurut Syarief, kedepan semua naskah kita yang ada dibelanda baik itu naskah maupun foto atau apa saja bisa kita kerjasamakan dan digitalkan itu yang pertama.

Kedua, semakin jauh kebelakang pembicaraan sebuah komunikasi sebuah bangsa tentang sejarah masa lalunya maka semakin banyak bahan bacaanya yang tersedia dan menandakan bangsa itu semakin baik, oleh karena itu kita tidak boleh bicara tentang kemarin dulu akan tetapi kita bicara ribuan tahun terdahulu bahkan ratusan tahun sebelum kita merdeka .

Untuk memastikan pengetahuan kita yang mendalam tentang asal usul kita ,adat kita , sejarah kita dan bagaimana kita berada, semakin baik bacaan masa lalu kita maka semakin mampu kita memprediksi masa yang akan datang.

Apa yang dibahas Diponegoro tentang sejarah nabi tentang keadaan tanah jawa sampai perjanjian mataram dan apa yang dibahas di naskah panji tentang seni tari, seni pahat dan seni topeng semua dalam mencerminkan betapa peradaban itu telah terbangun di bumi nusantara pada abad 8,9 dan abad 15 yang artinya ini membuktikan bahwa Indonesia lebih tua 1000 tahun dari pada Amerika.

Syarief menekankan, Generasi yang ada sekarang ini tidak boleh tertinggal padahal semua sudah tersedia oleh karena itu paradigma perpustakaan bertransformasi sesuai dengan tuntutan jaman seluruh naskah yang ada diperpustakaan nasional kita sudah aplikasikan dalam tiga aplikasi yang sangat phenomena dan diakui oleh dunia.

Yang pertama perpusnas telah menciptakan satu aplikasi yang namanya Indonesia one searc kurang lebih 3 miliar artikel menempatkan perpustakaan nasional sebagai perpustakaan terbaik dunia tahun 2018 dalam penyajian jurnal ilmiah

Kedua tahun 2018 kami sudah menciptakan namanya khastara yaitu perpustakaan nusantara khusus untuk memuat menskri naskah kiuno yang telah didigitalkan untuk ditukae menukar dengan perpustakaan di belanda.

Ketiga, banyak masyarakat Indonesia mungkin tidak butuh jadi anggota perpustakaan tapi kami yakin dia membutuhkan buku buku yang terbaru , kebetulan perpusna salah satu institusi yang memiliki kewenangan untuk menjadi intitusi pertama mendapatkan semua buku buku yang terbit di Indonesia secara legal karena kewenangan kami terhadap pelaksanaan undang undang no. 13 thun 2018 tentang percetakan

Oleh karena itu kami menciptakan aplikasi namanya hipusnas dimana buku itu kami boleh punya copy rec nya lalu kami digitalkan dalam jumlah terbatas sehingga buku cetaknya itu tetap laku dan ini menguntungkan bagi IKAPI atau penerbit ternyata dalam 2 tahun terakhir ini permintaan belanja buku naik 30 persen , jadi kami semacam mengiklankan buku buku yang baru terbit

"Karena keterbatasan anggaran Negara yang hanya mampu membeli rata rata 50 - 100 examplar dan pembacanya harus antri , begitu mereka mendapat antrian ke 100 maka umumnya mereka beli," tuturnya.

Kepala Perpustakaan Universitas Leiden, Marrik Bellen mengatakan, melalui kerjasama ini akan memperbanyak sumber pengetahuan tentang sejarah Indonesia bagi para penulis buku sejarah.

saat ini banyak cerita tentang sejarah Indonesia banyak ditulis oleh orang eropa terutama belanda. jadi ia juga minta pertukaran informasi sejarah yang ditulis oleh orang Indonesia supaya lebih jelas kebenaranya daru dua sisi penulis.

"Kedepan ia berharap kerjasama ini akan diikuti oleh negara eropa lainya guna memperkaya perpustakaan," ujarnya.



Sumber: Infopublik
BERITA TERPOPULER
Siapa Penemu Roti?
Selasa, 15 Mei 2018 • indas/LiveScience

INDAS.ID

Indas adalah portal tempat bertemunya civitas akademika dan umum dalam lingkup yang lebih luas (global), sehingga batasan waktu, ruang dan jarak tidak lagi menjadi hambatan  dalam mengembangkan potensi  dan menyatukan visi serta misi menuju era keterbukaan. Indas akan memberikan kendali kepada anda secara langsung dalam menentukan tujuan masa depan.

Icon
BERGABUNG DENGAN INDAS.ID

Berkembang bersama Indas.id serta memiliki kesempatan yg tidak terbatas adalah keuntungan yg akan anda miliki apabila bergabung. 

INDAS.ID

Portal Website ini dikelola dan dioperasikan oleh PT. Gilang Candrakusuma. Kebijakan Privasi ini menetapkan cara melindungi dan menggunakan
informasi yang Anda berikan ketika menggunakan layanan situs ini.

KANTOR INDAS

Kantor Pusat:

Grha Cakrawala 2nd Floor

Jl. Pemuda No. 72-73 D-E Jakarta 13220 Indonesia.

Telephone :

021-22474247

021-22474274

Facsimile :

021-4890022

Temukan dan ikuti Kami disini